Advertisement

Latest News

Tampilkan postingan dengan label pesawat. Tampilkan semua postingan

Tips Naik Pesawat
Anda seorang perempuan dan ingin berlibur sendirian? Mengapa tidak. Namun, sebagai kaum hawa apalagi berpergian sendirian, pastinya harus memiliki keamanan diri yang ekstra. Karena, perempuan sangat rentan menjadi target kejahatan.

Ada beberapa alasan mengapa perempuan sangat mudah menjadi sasaran kejahatan menurut Marybeth Bond, seorang penulis wisata, seperti yang dilansir Huffington Post. Di antaranya, mereka sering kali kurang memiliki kesadaran akan keadaan lingkungan sekeliling, bahasa tubuh perempuan yang cenderung malu-malu, serta sering berada pada tempat yang salah dan waktu yang salah.

Untuk mencegah timbulnya kejahatan pada perempuan terutama saat berlibur, perlu diperhatikan hal-hal berikut.

1. Berlaku seperti berada di kota sendiri

Waspadalah pada setiap kejadian yang ada di sekitar. Lebih peka terhadap hal-hal buruk yang mungkin terjadi kapan pun. Hati-hati pada lingkungan yang ramai, karena bisa saja merupakan lingkungan yang paling berbahaya.

Jika Anda sendirian, jangan melewati jalan-jalan yang gelap dan kosong apalagi pada malam hari. Ada baiknya, untuk mengasuransikan diri selama bepergian.

2. Ikuti insting

Jika merasakan sesuatu yang aneh di sekitar, tanggaplah dengan cepat. Berjalan lebih cepat, lari, menjerit, atau lakukan apa pun dengan cepat yang dapat mengundang orang datang untuk menolong.

3. Menjaga pakaian

Perhatikan budaya setempat dalam berpakaian, berbaurlah dengan masyarakat setempat dengan menggunakan busana yang tepat. Jika ragu, jangan gunakan pakaian yang Anda bawa jika tidak cocok dengan budaya berpakaian masyarakat setempat, serta jika harus pergi keluar pada malam hari, siapkan jaket panjang untuk menutupi bagian tubuh Anda.

4. Bahasa tubuh

Jagalah pandangan dan melangkah dengan penuh percaya diri. Jika sikap Anda layaknya turis yang kebingungan justru menjadi sasaran empuk untuk tindak penipuan. Jika merasa sedang diikuti atau merasa ada sesuatu yang mengancam, jangan segan-segan untuk melapor kepada petugas setempat.

Cobalah untuk duduk berdekatan dengan kumpulan wanita atau keluarga lain, seolah-olah Anda adalah bagian dari mereka.

5. Cincin kawin

Pertimbangkan untuk menggunakan cincin kawin di jari untuk menghindari pandangan orang-orang sekitar tentang detil yang ada di tubuh Anda.

6. Uang

Bawa uang cukup untuk membayar, jangan tunjukkan kepada banyak orang jika Anda membawa banyak uang. Hati-hati pula terhadap orang asing yang menawarkan makanan atau minuman. (Kompas)
Batik Air Anak PT.Lion Air
(25/4/2013) Maskapai penerbangan swasta terbesar di Indonesia, Lion Air, secara resmi meluncurkan maskapai full service, Batik Air, pada hari ini di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

Peluncuran ini ditandai dengan water cannon salute yang diberikan tim pemadam kebakaran pada pesawat Boeing 737-900ER pertama Batik Air yang beregistrasi PK-LBG.

Direktur Utama Batik Air Achmad Luthfie mengatakan bahwa penerbangan perdana akan dilakukan pada tanggal 3 Mei dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta dengan rute Jakarta-Manado sebanyak dua penerbangan sehari.

Achmad Luthfie menambahkan, pada tahun ini Batik Air akan mengoperasikan enam pesawat Boeing 737-900ER. Pesawat kedua diperkirakan akan tiba pada 27 April dan digunakan untuk menghubungkan antara Jakarta dan Balikpapan. Sedangkan pesawat ketiga dan keempat akan datang pada awal Mei untuk membuka rute Jakarta-Pekanbaru dan Jakarta-Ambon.

Dalam layanannya, Batik Air menawarkan 12 kursi kelas bisnis dan 168 kursi kelas ekonomi. Pesawat juga dilengkapi sistem hiburan Audio-Video on Demand (AVOD) di setiap kursi.

Batik Air telah mengamankan izin dari Kementerian Perhubungan untuk menerbangi 66 rute domestik dan 20 rute internasional.

Batik Air berharap para penumpang Indonesia di kelas menengah yang sebelumnya menggunakan jasa Lion Air untuk pindah ke Batik Air sejalan dengan peningkatan pendapatan mereka.

Pesawat pertama Batik Air telah tiba di Jakarta pada 17 April lalu. Tapi, peluncuran maskapai ini sedikit tertunda karena Lion Air dalam masa prihatin atas kecelakaan pesawat Boeing 737-800 mereka yang jatuh sebelum mendarat di Bandara Ngurah Rai Denpasar pada 13 April 2013.
Air Asia
(25/4/2013) Kiprah AirAsia di Indonesia melalui anak perusahaannya, Indonesia AirAsia, tergolong sukses dalam bisnis penerbangan di Indonesia. Meskipun mendapatkan tantangan berat dari kompetitor seperti Lion Air, maskapai penerbangan berbiaya rendah ini masih bisa meraup pendapatan sebesar Rp 5,4 triliun pada tahun lalu. Apa strategi bisnis yang diterapkan Indonesia AirAsia sehingga bisa sukses?

Chief Operating Officer Indonesia AirAsia Ridzki Kramadibrata mengatakan, untuk mengejar pendapatan perseroan, pihaknya terus membuka banyak rute baru dengan menawarkan harga tiket yang terjangkau. Menurutnya, tiket penerbangan murah masih menjadi daya tarik bagi penumpang Indonesia.

Strategi kedua yang diterapkan oleh Indonesia AirAsia adalah selalu memberikan layanan terbaik bagi penumpangnya, baik saat di darat maupun dalam penerbangan. Meskipun Indonesia AirAsia menawarkan tiket penerbangan yang murah, tapi keselamatan atau safety tetap yang utama.

Strategi lainnya adalah dengan meningkatkan On Time Performance (OTP). Ridzki menilai bahwa dengan ketepatan waktu penerbangan yang baik, akan memberikan rasa nyaman kepada penumpang. Jika OTP baik, selain penumpang menjadi nyaman, operasional perusahaan juga efisien, sehingga bisa tetap menawarkan tiket dengan harga murah.

Menanggapi banyaknya kompetitor maskapai penerbangan murah lainnya seperti Lion Air dan Citilink, Ridzki mengatakan hal itu tidak akan membuat Indonesia AirAsia gentar. Malah pihaknya menyambut baik dan merasa tertantang untuk memberikan kenyamanan terbaik bagi para pelanggannya.

Anak PT.Garuda Indonesia
(27/4/2013) Persaingan bisnis penerbangan semakin hari semakin ketat. Baru-baru ini Lion Air secara resmi meluncurkan maskapai barunya, Batik Air. Anak perusahaan Sriwijaya Air, NAM Air, juga diperkirakan akan diluncurkan pada tahun depan. Dua maskapai baru ini merupakan maskapai penerbangan full service yang akan menggerogoti pangsa pasar Garuda Indonesia yang menjadi maskapai full service terbesar di Indonesia. Bagaimana upaya Garuda untuk menghadapi persaingan?

Sebagai perusahaan penerbangan tertua di Indonesia, tentu saja Garuda telah memiliki sangat banyak pengalaman. Untuk menghadapi persaingan dengan maskapai lain, Garuda akan terus meningkatkan pelayanan serta produknya. Mulai dari pesawat baru, interior dan fasilitas menarik di pesawat, serta pelayanan yang menyenangkan selama di darat dan sepanjang penerbangan.

Meskipun demikian, usaha yang dilakukan Garuda tersebut mungkin tidak akan cukup. Sebagai alternatif, Garuda mengembangkan anak perusahaannya, Citilink, untuk memikat calon penumpang. Dalam hal ini, Citilink akan mengandalkan tiket murah dalam bersaing dengan maskapai penerbangan murah seperti Lion Air.

Seperti diketahui, penerbangan murah masih menjadi pilihan penumpang di Indonesia. Bahkan maskapai penerbangan Lion Air bisa mengambil pangsa pasar hingga 50 persen penerbangan domestik.

Untuk merealisasikannya, Garuda akan meningkatkan jumlah armada Citilink menjadi 50 Airbus A320 pada tahun 2015. Selain itu, Citilink telah memesan 25 pesawat turboprop ATR 72-600 ditambah dengan 25 opsi. Pesawat baling-baling ini nantinya yang akan digunakan untuk bersaing dengan anak perusahaan Lion Air lainnya, Wings Air.

Citilink menargetkan akan mengoperasikan 195 pesawat di tahun 2022. Dengan strategi ini, Citilink diharapkan bisa memperkecil jarak antara Garuda Indonesia dan Lion Air.
Advertisement